Home Pembiayaan PENTINGNYA EFISIENSI DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN

PENTINGNYA EFISIENSI DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN

6259
0
SHARE

Bekerja sama dengan World Bank, Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (PPJK) menyelenggarakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas SDM dalam melakukan analisis efisiensi pembiayaan kesehatan. Kegiatan ini terselenggara di Hotel Margo Depok pada tanggal 2  sampai dengan 4 April 2017. Kegiatan ini dipandang perlu untuk mendapatkan framework guna menjabarkan, mengidentifikasi dan mengukur inefisiensi dari sistem  pembiayaan kesehatan yang ada.
Inefisiensi bisa berasal dari peningkatan alokasi sumber daya seperti belanja kesehatan pemerintah pusat yang fokus terhadap layanan kuratif dan rujukan. Relatif kurang diperuntukkan pada intervensi program prioritas seperti  kesehatan ibu, gizi, imunisasi dan pengendalian penyakit – seperti tujuan dan sasaran dari Rencana Strategis  2014-2019. Bahkan dengan paket yang diberikan oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – sebagai single payer pada skema pembayar asuransi kesehatan sosial yang mencakup lebih dari 60% dari populasi, pengeluaran out of pocket tetap menjadi sumber terbesar dari pengeluaran kesehatan (lebih dari 45%). Hal ini menjelaskan mengapa Indonesia memiliki kinerja buruk dibandingkan dengan negara-negara yang memiiki dengan status sosial ekonomi yang sama pada sejumlah indikator kesehatan  seperti angka kematian khususnya ibu, cakupan DPT3, dan status gizi. Sebagian menyalahkan rendahnya belanja kesehatan pemerintah dianggap disebabkan karena adanya inefisiensi dalam pemerintah- yang menyebabkan lemah dan tidak akuntabel dan system antar fiskal yang kompleks. Akibatnya, petugas kesehatan tidak terlengkapi dengan  sarana, keterampilan, dan insentif yang memadai untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat
Efisiensi topik yang sangat luas dan dapat dilakukan pada semua unit sistem kesehatan; dan untuk meningkatkan efisiensi, yang pertama harus mampu mengidentifikasi dan mengukur sumber inefisiensi tersebut. Pada rangkaian kegiatan ini peserta mendapatkan materi yang meliputi: a) frame work b) metodologi penelitian c) deep dive examples   d) prioritisasi dan penerapan dalam tugas kelompok.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here