Evaluasi Pelaksanaan Penilaian Teknologi Kesehatan 2019

0
467

Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) merupakan kegiatan analisis kebijakan yang dilakukan secara sistematik dengan pendekatan multidisiplin untuk menilai dampak penggunaan teknologi kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan ini digunakan sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan, yang didalam proses penilaiannya meliputi : aspek  klinis, epidemiologi, statistika, ekonomis, sosial, budaya, etika, politik dan agamais. Untuk melaksanakan PTK telah dibentuk Komite Penilaian Teknologi Kesehatan (KPTK) yang terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan, akademisi, praktisi di bidang klinisi dan ekonomi kesehatan, melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 422/Menkes/SK/IV/2016.

Pelaksanaan PTK di Indonesia sudah berjalan sejak tahun 2014. Dalam pelaksanaannya masih menghadapi banyak tantangan diantaranya, dalam  pengembangan dan institusionalisasi PTK, peningkatan proses dan metodologi PTK secara transparan dan akuntabel, serta peningkatan kapasitas tenaga pelaksana PTK dan pengembangan jejaring PTK di dalam dan luar negeri.

Beberapa tantangan pelaksanaan PTK tersebut mencuat pada pertemuan evaluasi PTK pada 17-19 November 2019 di Bali. Pertemuan yang dibuka Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, dr Slamet, MPH itu dihadiri 70 orang peserta yang berasal dari komite PTK; perwakilan RS; perwakilan komisi etik RS; BPJS Kesehatan; akademisi, agen pelaksana PTK, perwakilan profesi, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan unit terkait di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan evaluasi di Bali disampaikan beberapa materi penting yaitu : Peran PTK dalam mendukung sustainabilitas JKN; Refleksi pelaksanaan PTK tahun 2018-2019; Proses dan mekanisme seleksi topik PTK; Persiapan HTAsiaLink 2020; Real world data dan PTK; Dukungan stakeholder dalam studi PTK;  Peran RS dan Komisi Etik dalam mendukung pelaksanaan PTK di Indonesia. Dalam paparan tentang dukungan stakeholder; Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan; Dr. Mundiharno, M.Si menyambut baik pelaksanaan PTK ini. Hal ini terlihat dari dukungan yang diberikan dalam pembiayaan studi PTK dan penyediaan kebutuhan data BPJS Kesehatan terutama data pemanfaatan obat yang didapat dari data klaim.

 Pertemuan evaluasi pelaksanaan PTK ini sangat penting dilakukan terutama untuk agen/tim pelaksana PTK. Selama ini permasalahan utama yang dihadapi tim dalam pelaksaanaan PTK adalah mendapatkan data klaim dari BPJS Kesehatan serta proses ethical clearance dan izin penelitian dari RS terpilih tempat penelitian. Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat menjembatani berbagai permasalahan dalam pelaksanaan PTK, sehingga didapat solusi untuk pengembangan PTK ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here