Tantangan Pemanfaatan Real World Data Untuk Analisis Dalam Bidang Kesehatan

0
169

Di masa lalu keputusan tentang perawatan pasien didasarkan pada hasil randomized controlled trial (RCT), namun studi ini sangat terkendali dan mungkin tidak mewakili kondisi di dunia nyata. Hasil perawatan dapat menjadi luaran yang sangat berbeda ketika kita menggunakan data sebenarnya yang berasal dari pengalaman kehidupan nyata karena data tersebut mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi dibandingkan sesuatu yang eksperimental. Penggunaan data dalam kehidupan nyata tentunya menjadi tantangan baru ketika dalam suatu analisis menggunakan data dari apa yang sebenarnya terjadi dalam praktek sosial yang sebenarnya. Seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi, saat ini kita dimungkinkan untuk dapat melihat kondisi pasien dari waktu ke waktu dan melihat apa yang terjadi pada mereka. Apakah mereka menjadi lebih baik? Apakah mereka bertambah buruk? Apakah kita perlu memperlakukan mereka lebih baik? Perlakukan mereka lebih sedikit? Ubah pengobatannya? Berapa harganya? Itu adalah sebagian informasi yang bisa kita dapatkan dari dunia nyata.

Suatu RCT menghasilkan luaran studi dimana kondisi pasien dijaga dalam lingkungan ideal yang serupa (homogen), sebaliknya dalam praktek dunia nyata kondisi pasien sangat bervariasi (heterogen), sebagai contoh dalam satu studi (Schork, Nature vol 520, 30 April 2015) diperlihatkan bahwa efektivitas Nexium (omeprazole) adalah 1:25 orang dan Crestor (rosuvastatin) adalah 1:20 orang. Perbedaan efektivitas ini dapat diakibatkan heterogenitas kondisi pasien seperti usia, penyakit penyerta (komorbid), variasi genetik, ketaatan pasien dalam meminum obat, ketersediaan obat, kemampuan pasien untuk membeli obat, dan lain-lain sehingga menghasilkan efektivitas obat yang berbeda dengan hasil RCT. Dampak lain akibat ketidaktepatan pemberian obat ini yaitu pemborosan anggaran, hilangnya opportunity terhadap obat atau intervensi kesehatan lain yang cost-effective, membuang waktu dan tenaga, menurunnya harapan hidup dan meningkatnya beban sosial.

Sektor kesehatan di Indonesia telah memiliki berbagai sumber real world data (RWD) dalam kapasitas yang besar (big data) seperti data klaim BPJS Kesehatan, data perawatan pasien di tingkat rumah sakit, klinik, registry, serta industri farmasi. Walaupun data RWD memiliki dampak yang sangat besar terhadap luaran dari suatu analisis kesehatan, namun nyatanya masih terdapat beberapa tantangan dalam pemanfaatan RWD yaitu kualitas data, kemudahan untuk mengakses data, kemampuan untuk menganalisis data, sumber data masih tersebar dan tidak terhubung dalam satu sistem, isu etik, dan lain-lain. Kedepannya, pengembangan kebijakan mengenai pengembangan dan penggunaan data secara eksplisit perlu dikembangkan sebagai bahan analisis situasi dan kebijakan kesehatan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here