Akselerasi Sistem Pembiayaan Kesehatan Melalui Model Strategic Health Purchasing (SHP) Atau Belanja Kesehatan Strategis Menuju Pembiayaan JKN Optimal Dan Program Prioritas Nasional Yang Berkualitas

0
85

Indonesia memiliki program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 dan saat ini penduduk yang menjadi anggota JKN yang diselanggarakan oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan telah mencapai 84% dari total penduduk di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis National Health Account (NHA) tahun 2017 menjelaskan bahwa pengeluaran kesehatan untuk JKN telah mencapai 21,1% dan menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan seluruh penduduk Indonesia harus menjadi anggota JKN, dimana mencapai Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2019.

Sebagai negara yang sedang menuju UHC tentunya menghadapi tantangan ketersediaan sumber daya yang cukup, termasuk pembiayaannya, dalam rangka menyediakan akses pelayanan kesehatan dengan perlindungan pembiayaan dan memastikan total pengeluaran secara fiskal berkelanjutan. Pemerintah terus berjuang memastikan sustainabilitas pembiayaan dan mengatasi permasalahan defisit JKN. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan sebuah sistem pembiayaan dalam menciptakan penggunaan Dana yang tersedia dan memastikan pembiayaannya efektif, efisien dan akuntabel tercapai dengan baik. Cara ini disebut dengan Strategic Health Purchasing” / SHP atau Belanja Kesehatan Strategis. Sistem pembiayaan kesehatan melalui model SHP merupakan suatu sistem atau Cara penggunaan pembiayaan kesehatan yang mendorong efektifitas, efisiensi dan kualitas layanan kesehatan serta akuntabilitas pelaksanaan program. Model pendekatan SHP mengembangkan kemampuan organisasi dalam rangka membeli layanan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai pesertanya, dengan mengatur apa yang dibeli, membeli dari siapa dan cara membelinya.

Diawal tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan bahwa setiap organisasi kesehatan yang ada diseluruh dunia harus melaksanakan pembelian dengan cara terus mencari intervensi terbaik untuk dibeli, penyedia terbaik untuk membeli dari, menggunakan mekanisme pembayaran terbaik dan pengaturan kontrak yang mungkin untuk mencapai hasil kesehatan tertinggi dan setara yang mungkin akan dicapai”. Dalam pelaksanaan belanjanya SHP melibatkan tiga fungsi utama yaitu: diratifikasi oleh Kemenkes secara strategis melalui 3 fungsi utamanya yaitu: memutuskan apa yang harus dibeli: intervensi, layanan, dan obat-obatan; memutuskan membeli dari siapa: penyedia dan pemasok obat/komoditas lain; memutuskan bagaimana membeli: metode pembayaran, tingkat pembayaran, serta ketentuan kontrak lainnya. Selain itu didalam rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024 mendatang, fokus kebijakan pembiayaan kesehatan mengerucut pada belanja strategis di JKN terkait dengan kejelasan manfaat JKN, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pembiayaan yang efektif dan efisien.

Agar SHP dapat efektif di Indonesia, maka diperlukan pendekatan holistik yang membahas semua sumber pembiayaan dan layanan, serta memberikan perhatian khusus pada pengaturan belanja dan insentif keuangan untuk pelaksanaan program prioritas kesehatan. Peran dan tanggung jawab dalam Program JKN dan Prorgram Kesehatan harus ditentukan secara jelas guna mendorong fungsi optimal purchaser dalam memastikan ketersediaan pelayanan, dan mengendalikan biaya serta mutu layanan kesehatan yang diberikan.

Untuk itulah SHP perlu dimanfaatkan lebih baik di sektor Kesehatan dalam memastikan pendanaan sektor tersebut digunakan untuk pembiayaan kesehatan yang efektif, efisien dan akuntabel sebagai upaya menjamin keberlangsungan peningkatan status kesehatan. Selain itu juga SHP diperlukan untuk memperkuat beberapa fungsi pembiayaan, dan merelokasikan beberapa fungsi lain seperti penetapan tarif dan mekanisme pembiayaan dengan memperhatikan aspek kendali mutu dan kendali biaya. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (PPJK), Sekretariat Jenderal, Kementerian Kesehatan, menginisiasi pelaksanaan akselerasi sistem pembiayaan kesehatan melalui Strategic Health Purchasing (SHP) atau Belanja Kesehatan Strategis menuju Pembiayaan JKN Optimal dan Program Prioritas Nasional yang Berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here