PPJK Meraih Juara II Unit Pengolah Arsip Terbaik Di Lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI

0
536

Mengawali tahun 2020, Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan meraih Peringkat Kedua Unit Pengolah Arsip Terbaik di Lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan tahun 2019. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Biro Umum, dr. Desak Made Wismarini, MKM kepada Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dr.Kalsum Komaryani, MPPM pada tanggal 16 Januari 2020. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mendapatkan hadiah yaitu Filling Cabinet untuk melengkapi ruang arsip di Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (PPJK).

Dalam upaya pengelolaan arsip, PPJK telah menerapakan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Terdapat 9 langkah GNSTA yang dilakukan di PPJK yakni sebagai berikut.

  1. Menggunakan tata naskah dinas sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan no.14 Tahun 2017;
  2. Menggunakan aplikasi Elektronic Filling System (EFS) semenjak tahun 2014 dan telah dilaksanakan di empat Bidang/Bagian di Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan.
  3. Memberkaskan arsip aktif pada central file dan melaporkannya setiap 6 bulan sekali ke Biro Umum.
  4. Menyimpan arsip vital dan arsip terjaga disimpan pada brankas dan di lemari arsip.
  5. Mengusulkan ASN yang akan menjadi jabatan fungsional. ANRI telah memberikan rekomendasi Jabatan Fungsional Arsiparis untuk PPJK pada Agustus 2017. Jabatan Fungsional Arsiparis Terampil dan Ahli tersedia di Peta Jabatan PPJK berdasarkan analisis beban kerja.
  6. Memindahkan arsip inaktif secara berkala. Pada tahun 2019 dilakukan sebanyak 2 kali pemindahan arsip inaktif PPJK ke Record Center Kementerian Kesehatan, pada bulan April 2019 tercatat sebanyak 159 box, dan pada bulan Desember 2019 tercatat sebanyak 79 box.
  7. Melakukan pemusnahan arsip yang telah habis masa retensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 030 Tahun 2012, tentang Jadwal Retensi Arsip Subtantif dan Fasilitatif Non Keuangan dan Non Kepegawaian di Lingkungan Kementerian Kesehatan.
  8. Mengirimkan arsip statis ke ANRI melalui Biro Umum.
  9. Melakukan pengawasan terhadap kearsipan. semua berkas yang akan disimpan di Roll O Pack PPJK harus tercatat, begitu pula dengan berkas yang akan dipinjam juga harus dicatat, dan pengelolaannya melalui satu pintu yakni di Bagian Tata Usaha.

Dengan komitmen pimpinan beserta dukungan dari seluruh pegawai PPJK dalam merapkan 9 langkah GNSTA tersebut diharapkan Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan dapat mengelola arsip lebih baik lagi dikemudian hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here