Laporan Analisis Dampak Dak Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas

0
493

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi wilayah yang beragam dan  masih menunjukkan kesenjangan dalam memperoleh akses dan mutu pelayanan kesehatan, terutama daerah perbatasan dan tertinggal. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah perbatasan dan tertinggal pemerintah mengalokasikan DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan sejak tahun 2017. Dengan DAK ini diharapkan terjadi peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Dalam usia tiga tahun diluncurkannya DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan, Kementarian Kesehatan RI melalui Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan melakukan sebauah analisis yang mengevaluasi dampak DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan terhadap akses pelayanan kesehatan Puskesmas di daerah perbatasan dan tertinggal. Analisis DAK Fisik Afirmasi bidang kesehatan menggunakan pendekatan Mix Method Research, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk menilai dampak DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan terhadap akses pelayanan kesehatan di Puskesmas, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali informasi dari pihak yang terlibat dalam DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan (Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Keuangan RI, dinas kesehatan, Puskesmas, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah/BPKAD, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/Bappeda) terkait perencanaan, penganggaran, implementasi, dan monitoring evaluasi.

Pada analisis kuantitatif terdapat tiga metode yang digunaan, yaitu Benefit Incidence Analysis (BIA) untuk mengevaluasi penerima manfaat DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan, Regresi Linier untuk melihat asosiasi antara besaran realisasi DAK fisik Afirmasi Bidang Kesehatan setiap kabupaten/kota dan akses pelayanan kesehatan di Puskesmas, serta Propensity Score Matching – Difference in Difference (PSM-DID) untuk mengevaluasi dampak atau hubungan kausalitas antara kabupaten/kota penerima DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan dan akses pelayanan kesehatan di Puskesmas.  Analisis ini menggunakan realisasi DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan tahun 2017 dan daftar kabupaten/kota penerima dan bukan penerima DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan sebagai variabel input.  Selanjutnya, untuk variabel output menggunakan kunjungan rawat jalan, rawat inap, dan persalinan di Puskesmas sebagai proksi akses pelayanan kesehatan.  Data variabel output bersumber dari SUSENAS 2016 dan 2018.

Analisis kualitatif mengunjungi enam kabupaten/kota penerima DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan, yaitu kab. Lampung Barat, kab. Kupang, kab. Lombok Timur, kab. Serdang Bedagai, kota Sabang, dan kota Dumai.  Enam wilayah tersebut dipilih secara purposive berdasarkan angka kunjungan dan realiasi DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan.

Hasil analisis menunjukan pelayanan kesehatan di Puskesmas pro-poor, artinya pelayanan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat miskin atau kelompok pengeluaran 20% terbawah.  Pemanfaatan pelayanan pada kelompok ini juga terus dilaporkan meningkat pada periode 2016-2018.

Analisis asosiasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara realisasi DAK Fisik dan peningkatan kunjungan rawat jalan dan rawat inap.  Setiap peningkatan 1% realsiasi DAK Fisik, maka terjadi peningkatan kunjungan rawat jalan sebesar 4,6% dan rawat inap sebesar 1,5%.  Akan tetapi, analisis ini belum mampu menunjukkan hubungan kausatif atau sebab-akibat antara DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan dan akses pelayanan kesehatan.  Oleh karena itu, analisis dampak dilakukan.

Hasil analisis dampak menunjukkan hasil yang sedikit berbeda dengan analisis asosiasi/regresi.  Hasil menunjukkan bahwa kabupaten/kota yang menerima DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan mampu meningkatkan kunjungan rawat jalan sebesar 3,1% jika dibandingkan dengan kabupaten/kota bukan penerima dana DAK.  Hasil ini menunjukkan bahwa dengan adanya DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan, kabupaten/kota di daerah perbatasan dan tertinggal mampu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Dengan adanya DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan yang membantu peningkatan Puskesmas, baik dari sisi sarana dan prasarana, tenaga kesehatan merasa lebih percaya diri memberikan pelayanan kepada masyarakat.  Begitu pula masyarakat lebih menaruh kepercayaan atas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Dengan meningkatnya akses pelayanan kesehatan di Puskesmas, DAK Fisik Afirmasi Bidang Kesehatan diharapkan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan di daerah perbatasan dan tertinggal

 

Laporan singkat dan Fact Sheet Analisis dapat di download melalui link download fact sheet dan download laporan singkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here