Penggantian PBI Non DTKS

0
426
Pemutakhiran Data PBI

Peraturan Presiden 101 tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) mengamanatkan bahwa masyarakat yang terdaftar sebagai PBI JK harus mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial yang ditetapkan oleh Menteri Sosial.

Kementerian Sosial berupaya melakukan verifikasi dan validasi data tersebut yang berakibat sekitar 9,2 juta peserta PBI JK dikeluarkan secara bertahap pada tahun 2019 dari kepesertaan PBI JK karena tidak terdaftar dalam DTKS.

Tentu hal tersebut menimbulkan berbagai masalah di masyarakat, khususnya masyarakat yang dikeluarkan dari data PBI JK dan mengakses pelayanan kesehatan. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya penolakan di fasilitas kesehatan karena nama masyarakat tersebut sudah dikeluarkan dari data PBI JK.

Pemerintah Daerah juga merasa dirugikan dengan adanya penonaktifan peserta PBI JK yang jumlahnya cukup besar di hampir semua Kabupaten/Kota di Indonesia.

Sebetulnya telah dilakukan antisipasi dan mitigasi oleh Pemerintah terkait dengan adanya penggantian peserta PBI JK tersebut yaitu dengan keluarnya Peraturan Menteri Sosial (Permensos) nomor 21 Tahun 2019 tentang Persyaratan Dan Tata Cara Perubahan Data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. Dalam peraturan ini peserta PBI JK yang telah dihapuskan ternyata masih layak membutuhkan layanan kesehatan, dapat mengakses pelayanan JKN di fasilitas kesehatan. Layak yang dimaksud meliputi layanan medis dan layanan bantuan iuran. Yang bersangkutan diwajibkan melapor kepada dinas sosial daerah kabupaten/kota setempat untuk mendapatkan surat keterangan dan memperbaiki data dirinya sesuai data kependudukan untuk diusulkan masuk dalam DTKS.

Oleh karena itu, penting sekali pemerintah kabupaten/kota dan seluruh fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan JKN untuk dapat mengetahui Permensos nomor 21 Tahun 2019 ini agar tidak terjadi penolakan terhadap peserta PBI JK yang telah dinonaktifkan. (download Permensos 21/2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here