Definisi HTA Terbaru: Sebuah Pencapaian Dari Kolaborasi Agensi HTA Internasional

0
217

Secara historis seluruh negara di dunia mengalami lonjakan biaya kesehatan, terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi yang semakin pesat, tingginya populasi usia lanjut dan pengetahuan/kesadaran pasien yang semakin meningkat, disisi lain terdapat keterbatasan finansial negara untuk membiayai semua teknologi kesehatan yang ada. Bagaimana cara memaksimalkan luaran kesehatan masyarakat dengan sumber daya yang tersedia? Bagaimana menentukan prioritas untuk menetapkan teknologi kesehatan terbaik yang akan dibiayai? Kondisi ini kemudian yang mendasari munculnya Heath Technology Assessment (HTA).

HTA memiliki sejarah yang panjang dan telah digunakan sejak beberapa dekade yang lalu oleh banyak negara di Eropa, Kanada dan Australia sebagai tools untuk membantu negara dalam memilih teknologi kesehatan yang layak ditanggung dalam sistem jaminan, namun untuk negara-negara di kawasan Asia pemanfaatannya baru meningkat secara tajam beberapa tahun terakhir ini. Khususnya di Indonesia, sejak diamanatkan dalam Perpres No.82 tahun 2018, maka HTA ~di Indonesia disebut penilaian teknologi kesehatan (PTK)~ melalui Komite PTK mulai dibentuk sejak tahun 2014 untuk membantu para pembuat kebijakan untuk memutuskan apakah suatu teknologi kesehatan layak untuk dijamin dalam paket manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

Definisi HTA

Telah banyak publikasi yang membahas tentang HTA, termasuk pemanfaatan dan metodologi pengembangan HTA. Namun, ditengah masifnya upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik HTA, belum ada konsensus global mengenai definisi HTA. Definisi HTA yang paling umum dapat di temukan dalam HTA glossary (http://www.htaglossary.net) yang merupakan hasil dari joint initiative antara INAHTA, HTAi dan organisasi mitra lainnya, namun organisasi HTA lain seperti International Society for Pharmacoeconomics Outcome Research (ISPOR), World Health Organization (WHO), the regional HTA networks in Europe (EUnetHTA), HTAsiaLink (Asia), and the Americas (RedETSA)  juga mengembangkan definisi HTA sendiri. Berbagai definisi tersebut sebenarnya saling memiliki keselarasan konsep, namun terdapat beberapa pemikiran dan kepentingan untuk mengembangkan definisi HTA yang secara umum dapat diterima dan digunakan oleh komunitas pengguna HTA secara global. Hal ini kemudian menjadi dasar dibentuknya gugus tugas internasional yang dipimpin oleh INAHTA dan HTAi untuk menyusun definisi HTA yang dapat digunakan dan diterima secara internasional. Gugus tugas ini juga melibatkan perwakilan EunetHTA, HTAsiaLink, RedETSA, HTA Glossary Committee dan ISPOR, serta melibatkan WHO sebagai observer dengan waktu pengerjaan mulai dari bulan Mei 2018 sampai September 2019.

Dalam menyusun definisi HTA yang baru, forum menyepakati untuk mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Sederhana, seminimal mungkin menggunakan jargon atau hahasa yang tidak mudah dipahami oleh yang bukan penutur asli Bahasa inggris.
  2. Singkat, mudah diingat.
  3. Bersifat deskriptif tentang apa itu HTA, sebagai contoh, termasuk penjelasan bahwa HTA dilaksanakan secara multidisiplin dan tidak terbatas pada ekonomi kesehatan saja.
  4. Mudah diterjemahkan ke berbagai Bahasa.
  5. Dapat diterima oleh kelompok stakeholder HTA lainnya.
  6. Berorientasi kedepan, sehingga definisi yang disusun tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan (misalnya Health Technology Management, Health Technology optimatization, Health Technology Reassessment, lifecycle HTA).
  7. Sesuai dengan standar ISO (International Organization for Standardization).

Dalam Panduan PTK di Indonesia , definisi HTA yaitu:

Analisis kebijakan yang dilakukan secara sistematis dengan pendekatan multidisiplin untuk menilai dampak penyebaran dan penggunaan teknologi kesehatan. Proses PTK meliputi aspek klinis, epidemiologi, statistika, sosial-budaya, etika, dan ekonomis.

Sedangkan definisi HTA terbaru yang disusun oleh gugus tugas Internasional adalah:

HTA is a multidisciplinary process that uses explicit methods to determine the value of a health technology at different points in its lifecycle. The purpose is to inform decision-making in order to promote an equitable, efficient, and high-quality health system.

Terdapat 4 catatan yang menyertai definisi yang baru ini, yaitu:

  1. Teknologi kesehatan adalah intervensi yang dikembangkan untuk mencegah, mendiagnosis atau merawat suatu kondisi medis; meningkatkan kesehatan; menyediakan rehabilitasi; atau pengaturan sistem layanan kesehatan. Intervensi dapat berupa tes, alat, obat, vaksin, prosedur, program, atau system (definisi teknologi kesehatan diambil dari HTA Glossary; http:// htaglossary.net/health+technology).
  2. Proses dilakukan secara formal, sistematis dan transparan, dan menggunakan metode terkini (state-of-the-art methods) untuk memperoleh bukti terbaik
  3. Dimensi nilai suatu teknologi kesehatan dievaluasi dengan mempertimbangkan dampak yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan dengan dari penggunaan suatu teknologi kesehatan dibandingkan dengan teknologi kesehatan pembandingnya. Dimensi nilai yang digunakan dapat mencakup aspek efektivitas klinis, keamanan, biaya dan dampak ekonomi, etika, sosial, budaya dan hukum, organisasi dan lingkungan. Nilai keseluruhan dapat bervariasi tergantung perspektif yang digunakan, stakeholder yang terlibat dan sejauh mana konteks kebijakan yang diambil.
  4. HTA dapat diterapkan dalam berbagai level dalam siklus pemanfaatan teknnologi kesehatan, yaitu pada masa pre-market, persetujuan registrasi, post-market, sampai disinvestasi suatu teknologi kesehatan.

Definisi HTA dalam panduan PTK dan definisi HTA terbaru memiliki kesamaan konsep, dimana HTA merupakan proses multidisiplin dengan pertimbangan terhadap aspek klinis, epidemiologi, statistika, serta ekonomi. Di Indonesia, hasil HTA berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara bukti dan pengambilan keputusan dalam memutuskan apakah teknologi kesehatan memiliki value for money untuk masuk dalam paket manfaat program JKN.

Kesepakatan global mengenai definisi HTA memperlihatkan kematangan komunitas HTA internasional untuk bekerja mencapai satu tujuan. Hal ini juga menjadi pencapaian bersejarah dan bertindak sebagai landasan dalam pelaksanaan HTA hari ini dan dimasa mendatang.

Referensi dan definisi HTA diambil dari O’Rourke B, Oortwijn W, Schuller T, the International Joint Task Group (2020). The new definition of health technology assessment: A milestone in international collaboration. International Journal of Technology Assessment in Health Care 1–4. DOI: https://doi.org/10.1017/S0266462320000215

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here