Home Berita Stagnasi

Stagnasi

68
0

Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (PPJK) sebagai koordinator binaan wilayah (korwil binwil) Provinsi Sumatera Utara senantiasa melakukan monitoring terhadap perkembangan Indeks Keluarga Sehat (IKS) yang didorong melalui pendekatan keluarga. Hal ini guna meningkatkan cakupan program kesehatan sesuai dengan Nawacita Tahun 2014 – 2019 yangtertuang pada pilar Indonesia sehat  meliputi paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan JKN  .

Jika melihat persentase kunjungan keluarga di tiap kabupaten/kota mengalami peningkatan namun cakupan kunjungan tersebut tidak disertai dengan pendataan lengkap 12 indikator Keluarga Sehat (KS). Sehingga terjadi stagnasi cakupan keluarga sehat di Provinsi Sumatera Utara.

Grafik1.  Cakupan Pendataan KS

Dalam melakukan kunjungan keluarga, secara data di aplikasi KS terlihat peningkatan namun tidak berdampak pada pendataan 12 indikator lengkap dan sampai dengan pertengahan bulan Agustus masih di 986.698 KK.

Grafik 2.  Tren Jumlah Keluarga Sehat

Dalam kurun 5 bulan terakhir sampai pertengahan bulan Agustus 2019 dari 986.698 KK cakupan Keluarga Sehat mengalami stagnasi  di 122.981 KK artinya hanya 12,5% keluarga yang memiliki indeks IKS diatas 0,8 dan secara provinsi  dapat dilihat belum dilakukan upaya intervensi yang secara nyata signifikan untuk meningkatkan IKS provinsi

Rekomendasi tindak lanjut binwil kedepan

Akan menjadi perhatian PPJK sebagai binwil terhadap kunjungan yang stagnan ini. Beberapa hal perlu dilakukan pendalaman terkait:

  • Bagaimana mekanisme mencapai kunjungannya ke keluarga? karena cakupan kunjungan yang rendah belumbisa dijadikan ukuran apakah intervensi dapat memperbaiki IKS
  • Bagaimana meningkatkan pendataan 9 kab/kota (Langkat, Tapanuli Selatan, Gunung Sitoli, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal) yang memiliki cakupan kunjungan diatas 30%?. Hal ini dilakukan agar tetap nilai IKS dapat stabil sehingga bisa dilakukan intervensi yang berdampak nyata terhadap perbaikan IKS
  • Bagaimana cara kerja Puskesmas? Bila kunjungan keluarga dimulai dari sekitar Puskesmas (kondisi kesehatan relative baik) lalu meluas ke daerah pinggiran (kondisi kesehatan keluarga relative lebih buruk) maka IKS akan turun
  • Bagaimana cara kerja dalam melakukan input pendataan dalam aplikasi? Stagnasi yang terjadi hanya pada dashboard aplikasi KS. Apabila provinsi rutin melakukan input data dan tetap melakukan backup data secara manual, perlu dicarikan solusi terhadap kendala peng-input-an data agar data tersebut dapat diinput pada aplikasi KS dan tidak hilang sehingga binwil dapat melakukan analisis dan penguatan terkait pencapaian indikator melalui aplikasi KS

Peran penguatan Binwil dalam mendorong provinsi dalam melakukan inovasi mencapai target dan cakupan sangat diperlukan serta kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) PIS-PK dimana belum semua Kabupaten melaksanakan monev dengan melakukan verifikasi kunjungan keluarga juga perlu dioptimalkan. Verifikasi dilakukan secara berjenjang dari Puskesmas sebanyak 10 KK setiap desa, selanjutnya Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengambil 10% secara acak dari seluruh Puskesmas. Dinkes Provinsi mengambil 10% secara acak dari seluruh Kabupaten/Kota. Mekanisme monev ini perlu menjadi perhatian untuk di lakukan Percepatan tahapan verifikasi, pendataan dan penginputan agar stagnasi ini tidak berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here