Menyamakan Persepsi Tentang Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Dengan Dinas Kesehatan Provinsi Se Indonesia

0
334

Pada awal bulan Mei tahun 2020 telah terbit Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 yang merupakan  perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perubahan ini merupakan sinergi antara kebijakan pendanaan Program JKN (termasuk iuran) dengan kebijakan keuangan negara secara proporsional dan berkeadilan. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas dan kesinambungan Program JKN.

Perlu dilakukan penyamaan persepsi antara Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah Daerah khususnya Dinas Kesehatan Provinsi tentang perubahan kedua yang dilakukan pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 ini. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan berinisiatif melakukan sosialisasi melalui media daring pada tanggal 20 Mei 2020 lalu.

Masih terdapat beberapa isu yang perlu dibahas antara lain: pertama, penyesuaian besaran iuran bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah dan masa pemberlakukannya. Kedua,  besaran subsidi iuran yang dibayarkan antara Pemerintah Pusat dengan pemerintah Daerah bagi peserta Pekerja Bukan Perima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) beserta masa pemberlakuannya. Ketiga, kebijakan bagi Pemerintah Daerah yang berkemungkinan mampu membayar penuh subsidi iuran bagi peserta PBPU dan BP. Keempat, kekhawatiran Pemerintah Daerah terkait adanya pemberlakuan masa aktivasi 14 hari bagi penduduk yang didaftarkan Pemerintah Daerah.

Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, dr. Kalsum Komaryani, MPPM mengharapkan para  perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan informasi yang didapatkan selama sosialisasi kepada pihak-pihak yang terkait di daerah. Beliau juga berharap agar pemerintah daerah dapat mencermati Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 secara utuh, agar memudahkan eksekusi di daerah. Meskipun sebagian peserta menyampaikan bahwa waktu pertemuan masih kurang, namun PPJK memberi kesempatan kepada para peserta apabila ingin berdiskusi lebih lanjut melalui media elektronik lainnya.

Untuk materi paparan, dapat klik disini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here