Diseminasi Kajian Pembiayaan Kesehatan oleh Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak Pdk) bekerjasama dengan Usaid Health Financing Activity (HFA)

Oleh PEMBIAYAAN - March 07, 2022 1434 dilihat  1 dibagikan




Pembiayaan kesehatan yang efektif, efisien, serta berkelanjutan merupakan salah satu tujuan strategis dari Kementerian Kesehatan yang praktiknya harus didukung dengan kebijakan berbasis fakta dan data. Hal ini menjadi penting dikarenakan pembiayaan kesehatan merupakan salah satu agenda prioritas Transformasi Sistem Kesehatan tahun 2021-2024. Transformasi pembiayaan kesehatan merupakan salah satu dari enam (6) pilar transformasi kesehatan di samping transformasi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta teknologi kesehatan, yang dituntut pelaksanaannya berjalan efektif efisien serta berkelanjutan demi mendukung program dan layanan kesehatan dalam mencapai tujuan kesehatan nasional.

Dalam mencapai tujuan pembiayaan kesehatan, kebijakan berbasis fakta dan data menjadi penting, dikarenakan kebijakan harus mampu menjawab isu-isu yang berkembang dalam pembiayaan kesehatan, khususnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Semenjak diberlakukan dari tahun 2014, JKN memfasilitasi perbaikan akses layanan kesehatan serta melindungi pesertanya dari pengeluaran katastrofik atau yang berpotensi memiskinkan pesertanya. Seiring dengan Instruksi Presiden tahun 1/2022, percepatan optimalisasi JKN menjadi penting demi menyokong pertumbuhan pembangunan Indonesia terutama di tengah recovery akibat dampak pandemi COVID-19, dengan fokus pada peran lintas sektor dalam ekosistem jaminan kesehatan yang melibatkan utamanya institusi pemerintah.

Dalam rangka merespon terhadap kebutuhan fakta dan data serta peningkatan kapasitas untuk melaksanakan optimalisasi JKN, Pusjak PDK telah menyelenggarakan serial kajian dan penulisan:

1.1. Kajian Sektor Swasta. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan penerimaan tarif berdasarkan persepsi faskes; sebanyak 47% klinik mengaku menerima kapitasi lebih rendah. Hal ini tidak sejalan dengan distribusi peserta yang diakui lebih banyak pada Puskesmas (3.5-16x lebih tinggi), sehingga memberi ruang insentif yang lemah bagi klinik swasta.

1.2. Analisa Jejaring Diskursus. Kajian menunjukkan hasil bahwa komunikasi publik harus diperbaiki dengan berorientasi pada lensa penerima manfaat. Analisa data besar sentimen sosial media juga menunjukkan tren sentimen negatif terkait JKN terutama pada masa penyesuaian iuran tahun 2020. Dengan mengkaji interaksi antar pemangku kebijakan, didapat juga bahwa miskomunikasi pesan kebijakan publik antar pemangku kebijakan yang dapat menjadi pembelajaran ke depan.

1.3. Buku Ekonomi Kesehatan. Dari segi manajemen pengetahuan (knowledge management), banyak isu yang beredar didasari oleh sedikitnya jumlah referensi baku terkait JKN dan pembiayaan kesehatan yang dapat menjadi pegangan para praktisi di bidang pembiayaan kesehatan. Telah dirumuskan enam (6) buku yang disusun oleh para ahli yang diharapkan dapat disebarluaskan kepada publik, dengan judul: i) Pengenalan Ekonomi Kesehatan, ii) Pembiayaan Kesehatan, iii) Belanja Kesehatan Strategis, iv) Penilaian Teknologi Kesehatan, v) National Health Accounts, dan vi) Akuntansi Manajemen Layanan Kesehatan.

1.4. Realokasi Anggaran Sektor Kesehatan/Intrahealth Sector Reallocation. Kajian ini menunjukkan bahwa peningkatan efektivitas penggunaan dana publik dan efisiensi belanja Kesehatan dapat dilakukan dengan subsidi sisi permintaan (demand-side subsidy). Dengan diterapkannya subsidi sisi permintaan, subsidi pemerintah untuk fasilitas kesehatan publik dapat direalokasi untuk kenaikan subsidi iuran kelompok PBI dan PBPU, kenaikan tarif casemix base group (CBG), serta program upaya Kesehatan masyarakat (UKM) seperti HIV dan tuberkulosis (TB) yang selama ini mengandalkan dana dari donor.

Diharapkan dengan kajian yang diselenggarakan oleh Pusjak PDK dengan dukungan dari USAID HFA, optimalisasi JKN dapat diakomodasi dengan pembuatan kebijakan yang berbasis fakta atau kenyataan di lapangan.

Unduh Buku 1 "Pengantar Ekonomi Kesehatan" Klik disini

Unduh Buku 2 "Pembiayaan Kesehatan" Klik disini

Unduh Buku 3 "Belanja Kesehatan Strategis" Klik disini

Unduh Buku 4 "Evaluasi Ekonomi dan Penilaian Teknologi Kesehatan" Klik disini

Unduh Buku 5 "Akun Kesehatan Nasional" Klik disini

Unduh Buku 6 "Manajemen Keuangan dan Akuntansi dalam Ekonomi Kesehatan" Klik disini


Tinggalkan Komentar Anda :

Komentar Anda :*
Nama Lengkap :*
Email Anda :*
Situs Website :




0 Komentar